Ayah mengajari anaknya untuk bersikap wara’

cute

Sulaiman bin Harb berkata, “Aku bersama ayahku, lalu aku mengambil satu batang jerami di salah satu kebun. Ayah berkata kepadaku, “Kenapa engkau mengambilnya?” Aku menjawab, “Toh cuma satu batang jerami.” Ayah berkata, “Apa yang terjadi kalau manusia mengambil jerami satu demi satu?” Apakah masih tersisa satu batang jerami di kebun?’

Dalam kisah di atas, kita melihat ayah mengajari anaknya untuk tidak memandang kecil satu jerami, agar kelak tidak memandang kecil sesuatu yang lebih besar dari satu batang jerami. Seperti itulah, generasi cemerlang islam mengajari anak-anak mereka untuk bersikap wara’ dan menanam rasa takut pada Allah Ta’ala.

(Dipetik dari buku “Taujih Ruhiyah” Jilid 1 m/s 100)

One response to this post.

  1. Memberikan pelajaran atau “tarbiyah” sebeginilah yang menjadi peranan terbesar ibubapa, sehingga Quran mengajarkan pula pada anak supaya membalas jasa ini dgn doa “Wahai Tuhanku, ampunkanlah aku dan kedua ibubapaku, dan kasihanilah mereka seperti mana mereka “tarbiyah” kami semenjak kecil lagi…”

    Moga Mundzir dan Furqan menjadi anak-anak yang soleh… 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: