Si bunga mawar

Oh sungguh indah bunga mawar di taman! Harummu wangi semerbak. Namun dirimu kesepian. Menanti kehadiran si kumbang datang memetikmu. Tapi, tunggu punya tunggu, si kumbang tak datang-datang. Resah-gelisahlah si bunga mawar. Berkata si mawar dalam hati ” Si kumbang manakah yang akan menjadi hero ku? Adakah si kumbang itu ada diciptakan oleh Allah untukku? Aku sudah lama menanti. Tapi kenapa tak kunjung tiba?”

Dilema ini biasa dihadapi oleh para gadis diluar sana yang siap disunting oleh sang jejaka. Terutama si gadis muslimah! Wajahnya ayu, sopan berjalan, manis bertudung litup menutup aurat, sangat menjaga pandangan dan suaranya merdu sentiasa melantungkan ayat-ayat suci al-Quran. Matanya basah di kesyahduan sepertiga malam di atas sejadah dengan solat tahajjud. Lidahnya basah berzikir mengingati Allah dan hatinya hanya mengharapkan redha Allah. Jadi, di manakah sang mujahid itu seperti yang diminta dalam doa saban hari ? Oh tuhan!

Sudah menjadi fitrah, seorang wanita itu mempunyai keinginan untuk menyayangi dan disayangi. Ingin dimanjai dan dibelai mesra. Punya rasa ingin diri dilindungi dan dipimpin ke jalan yang selamat. Keimanan yang menebal dalam diri seorang wanita muslimahlah yang menjadi benteng bagi dirinya dari anasir-anasir jahat yang bertebaran di mana-mana.  

Wahai ukhti muslimah yang dalam penantian, bersabarlah! kesabaran itu penting kerana ia dengan sendirinya dapat mendidik jiwa kita. Apabila melangkah ke alam rumah tangga, bukan sedikit kesabaran yang diperlukan dalam menghadapi 1001 macam masalah rumahtangga. Cabaran yang datang dalam rumahtangga tidak seperti zaman kita sewaktu single, boleh berbuat sesuka hati saja. Dari situ kita dapat melihat adakah amalan kita selama ini adalah cukup untuk kita siap menjadi isteri solehah yang taat akan perintah suami walaupun dalam sekecil-kecil hal. Ia tidak semudah yang anda fikirkan!

Setelah kita menjaga hubungan yang baik dengan Allah dan belum juga bertemu dengan si belahan jiwa yang dinanti, cubalah check pula hubungan kita dengan sesama manusia. Jika ada perselisihan yang tak settle, buatlah perdamaian. Buangkan sifat sakit hati terhadap sesiapa jika ada dan yang paling penting maafkan semua orang dan cuba tanamkan rasa sayang terhadap mereka. Rapatkan hubungan dengan ibubapa dengan selalu menghubungi mereka dan bertanyakan khabar. Ramai muslimah aktivis dakwah yang sibuk dengan program mereka sehingga jarang menghubungi ibubapa. Tanpa mereka siapalah kita!

Dan buat si mawar yang di hutan, keluarlah dari hutan. Jangan jadi kera sumbang. Jalinkanlah tali persaudaraan dengan sesama muslimah di luar sana seramai yang mungkin. Tebarkan kasih sayang supaya akan datang juga kasih sayang kepadamu. What you give, you will get back, insyaAllah. Jadilah penyumbang kepada islam tak kira walau apa cara sekalipun.

Dan wahai ukhti, ringankan dirimu untuk bersedekah. Senangkan hatimu untuk memberi tidak kira apa jua barang dan harta yang boleh memberi keuntungan kepada islam. Barangkali ia berbentuk tenaga dan masa. Seperti mana dalam surah al-Baqarah ayat 245 yang bermaksud:

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Selanjutnya, selain doa yang tidak putus, bertawakkallah kepada Allah dan jangan sekali-kali bersangka buruk pada Allah kerana Allah bersama persangkaan hamba-Nya. Insya-Allah, belahan jiwamu akan tiba. Rahsia jodohmu dalam tangan Allah. Wallahu’alam.

2 responses to this post.

  1. Posted by adinda rahilah on March 17, 2008 at 3:30 pm

    ukhti mawar agama…ana cukup tersentuh bilamana melihat n menatap mawar putih…kenangan yg sgt berbekas di hati ana uhkti..ana tak dpt lupakan kenangan itu…rasa menusuk jiwa,menahan lara..ana sgt sukakan mawar putih,sgt suci zahirnya..serinya mawar itu mghias dan mendamaikan jiwa ini,dalam pencarian iman terkdg pernah tersungkur,itu manusiawi kn ukhti.tp mawar itu jg ku peroleh semngt baru..ingin sekali mencium haruman segarnya..do dakwah!!! byk lg mawar2 yg perlu kita jaga kesuciannya ukhti…

    Reply

  2. Posted by adinda rahilah on March 17, 2008 at 3:50 pm

    ukht..ana taknak kumbang,kumbang jahat!!! aibs dia hisap madu dia pergi…ana nk tukang kebun..tukang kebun penyayang,hari2 dia akan dtg tgok mawar,dia akan siram,dia bajai,dia pelihara dari gguan makhluk2 perosak spt kumbang td.tukang kebun pandai menilai,walaupun ada kecacatan dan kekurangan pd mawar td dia akan berusaha untuk membaiki,memulihara dan menjaga mawar td supaya subur mekar mewangi…dia akan berusaha memberi nilai pd mawar,menjadikn ia sedap dipandang,tenang didampingi harum dinikmati..keegaran dan keharuman mawar ini jd penyejuk hatinya tika lara dan menyedapkan matanya tika memandang..bukankah itu simbol wanita soleh..biarpn tidak begitu indah pd zahirnya mawar ini,dek siraman air cinta pd diri si mawar,akarnya menunjangkan cinta yg tinggi pd RABBNya..bukankah itu usaha menyelamat,dan usaha memelihara yg gt hebat dlakukan oleh tukang kebun td…..ana merindui tukang kebun ana.ana akan setia menanti..insyaALLAH..dokan ana menyusul na..hee…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: